Dugaan Asusila Oknum Pegawai Pemkab Pasuruan Gegerkan Kantor Bupati, Sekda Bungkam!
RUBRIK : INVESTIGASI & PELAYANAN PUBLIK
FAKTA EXPOST NEWS
Jumat, 08 Mei 2026
Penulis : Redaksi Fakta Expost News
PASURUAN – Wibawa Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali dipertanyakan publik. Di tengah tuntutan pelayanan dan kedisiplinan aparatur sipil negara, justru muncul dugaan tindakan asusila yang menyeret oknum pegawai di lingkungan Pemkab Pasuruan sendiri.
Ironisnya lagi, lokasi dugaan perbuatan memalukan itu terjadi di kawasan kompleks perkantoran pemerintah di Raci, Bangil — tempat yang seharusnya menjadi simbol etika, integritas dan kehormatan aparatur negara.
Peristiwa yang menggemparkan tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu (06/05/2026) sekitar pukul 15.00 WIB dan langsung menyebar luas setelah sebuah video berdurasi 2 menit 7 detik viral di berbagai grup percakapan masyarakat.
Dalam rekaman itu, tampak sejumlah petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menginterogasi seorang pria berkemeja putih berlogo Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Saat ditanya petugas, pria tersebut mengaku berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media di lokasi kejadian, pria tersebut diduga merupakan oknum pegawai berinisial HD.
Situasi semakin mengundang perhatian saat seorang perempuan berinisial AL terlihat keluar secara tergesa-gesa dari dalam kendaraan ketika petugas mendekat. Momen itu memicu dugaan kuat bahwa mobil tersebut bukan sekadar tempat berteduh atau parkir biasa, melainkan diduga digunakan untuk aktivitas yang mencoreng moral aparatur pemerintah.
Petugas Satpol PP kemudian melakukan pemeriksaan di dalam kendaraan. Hasilnya membuat publik makin tercengang. Di bawah dashboard mobil ditemukan tisu berserakan, sementara di area kursi penumpang ditemukan tisu dalam kondisi basah dan kusut.
Dalam video yang beredar, salah satu petugas bahkan terdengar melontarkan pertanyaan bernada konfrontatif kepada HD terkait temuan tersebut. Situasi itu memperlihatkan bahwa petugas sendiri tampak curiga terhadap dugaan aktivitas tak senonoh yang terjadi di area parkir kantor pemerintahan.
Peristiwa ini sontak memantik kemarahan masyarakat. Banyak warga menilai dugaan tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran moral biasa, melainkan bentuk pelecehan terhadap marwah institusi pemerintah dan pengkhianatan terhadap kepercayaan publik.
“Kalau benar dilakukan di lingkungan kantor pemerintahan saat jam kerja, ini sangat memalukan. ASN digaji rakyat untuk bekerja, bukan membuat skandal,” ujar salah satu warga Bangil yang enggan disebutkan namanya.
Yang lebih disorot publik adalah sikap pejabat Pemkab Pasuruan yang terkesan memilih diam. Hingga berita ini diturunkan, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, belum memberikan penjelasan resmi terkait tindak lanjut pemeriksaan maupun kemungkinan sanksi terhadap oknum yang diduga terlibat.
Sikap bungkam tersebut justru memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Publik mempertanyakan, apakah kasus ini akan ditindak tegas atau justru kembali berakhir senyap tanpa transparansi?
Jika dugaan tersebut terbukti benar, maka Pemerintah Kabupaten Pasuruan tidak bisa lagi berlindung di balik narasi “pembinaan internal”. Ada tanggung jawab moral dan institusional yang harus ditegakkan agar kantor pemerintahan tidak berubah menjadi simbol rusaknya disiplin dan etika birokrasi.
Kini masyarakat menunggu keberanian Pemkab Pasuruan untuk membuka fakta secara terang-benderang. Sebab dalam kasus yang sudah viral dan menjadi konsumsi publik ini, diam bukan lagi solusi — melainkan bisa dianggap sebagai bentuk pembiaran.(Red)
