Pastor Pius Heljanan, MSC Imbau Umat Hindari Kemunafikan
Pesan Pastor Pius Heljanan, MSC: Berbuat Baik Tanpa Modus Jahat
FAKTAEXPOST.MY.ID (LAURAN) — Kamis, 15 Oktober 2026 – Pastor Pius Heljanan, MSC, selaku Pastor Umat di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, menyampaikan renungan mendalam mengenai pentingnya kejujuran hati dan ketulusan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Pentingnya Ketulusan dalam Kehidupan
Dalam renungannya yang mengutip Kitab Injil Lukas bab 11 ayat 47 hingga 54, Pastor Pius mengulas kembali kecaman Yesus terhadap perilaku orang-orang Farisi dan ahli Taurat pada masa itu. Ia mengingatkan agar umat tidak jatuh ke dalam perangkap kemunafikan yang kerap dibungkus dengan citra kesalehan luar.
“Kalian membangun makam bagi para nabi, padahal nenek moyangmulah yang telah membunuh mereka,” tutur Pastor Pius mengutip perikop Injil tersebut.
Ia menjelaskan bahwa sikap hidup yang penuh sandiwara—seolah-olah memiliki kebajikan dan tampak saleh hanya demi mengejar pujian, penghormatan, kekuasaan, maupun jabatan—merupakan bentuk tindakan yang harus dijauhi. Menurutnya, tindakan membangun makam yang dilakukan oleh para ahli Taurat dan orang Farisi sejatinya hanyalah bentuk kompromi atas perbuatan jahat leluhur mereka di masa lalu.
Menolak Kepintaran yang Menyesatkan
Lebih lanjut, Pastor Pius menekankan agar kelebihan, kepintaran, serta keahlian yang dimiliki seseorang tidak dipergunakan untuk menipu, memanfaatkannya demi kepentingan pribadi, ataupun menyesatkan sesama manusia. Kepintaran seharusnya menjadi sarana untuk membawa kebaikan dan kemaslahatan bersama, bukan sarana manipulasi.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh umat untuk senantiasa menjaga kesucian niat dan menolak segala bentuk kompromi terhadap kemunafikan di dalam diri maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
“Jauhkan kemunafikan dari dirimu. Jangan berbuat baik untuk menutupi motif jahat, menjebak, dan menyesatkan sesama. Jangan pula gunakan kepintaranmu untuk memanfaatkan dan menyesatkan sesama. Tolaklah kemunafikan dalam hidup. Berbuat baiklah dengan tulus tanpa modus jahat,” pesan Pastor Pius Heljanan, MSC menegaskan.
(Editor: joko)
(Sumber: Renungan Pastor Pius Heljanan, MSC / Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran)
