Pastor Pius Heljanan MSC: Jadilah Penyalur Berkat, Jangan Penghambat Rahmat Tuhan
www.faktaexpost.com | Saumlaki, 9 Juli 2026 – Di tengah kehidupan yang semakin dipenuhi persaingan dan kecenderungan mengejar kepentingan pribadi, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Pastor Pius Heljanan MSC, mengajak umat untuk kembali menyadari bahwa seluruh anugerah yang dimiliki manusia berasal dari Tuhan dan harus dibagikan kepada sesama tanpa pamrih.
Pesan reflektif itu disampaikan Pastor Pius dalam renungan harian yang mengacu pada Injil Matius 10:7-15, saat berada di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis (9/7/2026).
Menurut Pastor Pius, ketika Yesus mengutus para murid untuk mewartakan kabar keselamatan, Ia tidak hanya memberikan tugas, tetapi juga memperlengkapi mereka dengan kuasa untuk melayani orang-orang yang sedang mengalami berbagai pergumulan hidup.
Namun, di balik perutusan itu, Yesus juga mengingatkan agar para murid tidak terikat pada kepentingan materi, melainkan tetap mengandalkan penyelenggaraan Tuhan.
“Kamu telah memperoleh dengan cuma-cuma, maka berilah pula dengan cuma-cuma,” kutip Pastor Pius mengawali refleksinya.
Baginya, pesan Injil tersebut tetap relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Segala sesuatu yang dimiliki manusia—kehidupan, kemampuan, talenta, bahkan kesempatan untuk berbuat baik—bukanlah hasil semata-mata dari kekuatan pribadi, melainkan anugerah Allah yang diberikan secara cuma-cuma.
“Hidupmu dan talenta-talenta yang ada padamu adalah anugerah Tuhan. Semua Tuhan berikan secara gratis. Karena itu, dirimu harus menjadi berkat bagi sesama,” ujar Pastor Pius.
Menjadi Saluran Berkat
Pastor Pius menekankan bahwa Tuhan menghendaki setiap orang menjadi saluran kasih dan berkat bagi orang lain, bukan justru menjadi penghalang hadirnya kebaikan.
Menurutnya, nilai seorang manusia tidak diukur dari seberapa banyak yang dimiliki, tetapi dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada sesama.
“Tuhanlah sumber segala yang ada. Tuhan menghendaki kita menjadi penyalur berkat, bukan penghambat,” tegasnya.
Ia mengajak umat untuk menghadirkan kasih Tuhan melalui tindakan-tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti menolong mereka yang membutuhkan, menguatkan yang lemah, serta menggunakan talenta yang dimiliki demi kepentingan bersama.
Jangan Menunda Berbuat Baik
Dalam refleksinya, Pastor Pius juga mengingatkan bahwa kesempatan untuk melakukan kebaikan tidak selalu datang dua kali. Karena itu, ia mengajak setiap orang agar tidak menunda melakukan perbuatan baik ketika kesempatan masih terbuka.
“Jadikan dirimu hadiah istimewa bagi sesama di sekitarmu melalui perbuatan baik. Jangan menunda berbuat baik, saat ini waktumu, karena besok kisahnya bisa berbeda,” pesannya.
Bagi Pastor Pius, kehidupan orang beriman sejatinya menjadi cerminan kasih Allah yang terus mengalir kepada sesama. Ketika seseorang mampu menjadi berkat bagi orang lain, di situlah iman menemukan makna yang nyata dalam tindakan.
Renungan tersebut menjadi ajakan bagi umat untuk tidak hanya menghayati iman dalam doa dan ibadah, tetapi juga mewujudkannya melalui kepedulian, ketulusan, dan pelayanan kepada sesama, sebagaimana teladan yang diajarkan Yesus Kristus kepada para murid-Nya.(joko)
