Dua Nama Calon Terkuat Ketua Umum PBNU Menjadi Sorotan Utama di Muktamar NU ke-35
Dua Nama Calon Terkuat Ketua Umum PBNU Menjadi Sorotan Utama di Muktamar NU ke-35

Jombang Sabtu (29/8/2026) faktaexpost.com — Menjelang puncak pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, mulai timbul pembahasan mengenai bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin hangat dan menjadi sorotan utama di kalangan warga Nahdliyyin maupun masyarakat luas. Dua nama muncul sebagai calon terkuat yang paling banyak dibicarakan dan mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan khususnya masyarakat Nahdliyin,
Kedua figur yang menjadi pusat perhatian tersebut adalah KH. Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, dan KH. Abdul Hakim Mahfudz atau dikenal dengan nama Gus Kikin.
“Keduanya merupakan tokoh NU yang memiliki kiprah panjang, pengalaman luas, serta jaringan yang kuat di seluruh penjuru negeri.
KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PBNU, dikenal dengan gagasan-gagasannya yang progresif, kemampuan diplomasi yang luas, serta upayanya dalam memperkuat peran NU di kancah nasional maupun internasional. Selama masa baktinya, Gus Yahya dinilai berhasil membawa NU semakin relevan dan menjadi kekuatan sosial kemasyarakatan yang berpengaruh.
Sementara itu, KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) yang dikenal sebagai seorang ulama sekaligus pebisnis Indonesia asal Jombang juga pengasuh pondok pesantren Tebuireng generasi ke-8 sepeninggal KH.Salahudin Wahid yang wafat pada tahun 2020.
Juga memiliki basis dukungan yang sangat kuat, Cicit dari KH.Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang,ini dikenal dengan kepribadiannya yang rendah hati, dekat dengan kalangan santri dan masyarakat, serta komitmennya yang tinggi dalam menjaga tradisi dan kemajuan pesantren di Indonesia.
Hingga pada tahun 2024,Ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama ( PWNU)Jawa Timur menggantikan KH.Marzuqi Mustamar
Periode 2024–2029.
Suasana Muktamar NU ke-35 yang berlangsung khidmat, megah, dan penuh kehangatan ini menjadi momen penentuan arah kebijakan organisasi Islam terbesar di Indonesia untuk lima tahun mendatang.”Masyararat luas khususnya kaum Nahdliyin menantikan siapa yang akan memimpin NU ke depan, di tengah semangat kebersamaan, kemandirian, dan kemajuan yang terus diusung organisasi ini.
Dihari Ketiga ini proses demokrasi di tubuh NU berjalan dengan penuh kekeluargaan dan persaudaraan. Semoga siapapun yang terpilih nanti, dapat membawa NU semakin maju, kokoh, dan bermanfaat seluas-luasnya bagi agama, bangsa, dan negara Indonesia.
(Joko)
