Nasional

Tradisi Sembahyang Rebutan King Ho Ping di Klenteng Hong San Kiong Gudo Jombang, Simbol Kepedulian dan Berbagi Rezeki

Share

Tradisi Sembahyang Rebutan King Ho Ping di Klenteng Hong San Kiong Gudo Jombang, Simbol Kepedulian dan Berbagi Rezeki

Jombang faktaekpost.com — Klenteng Hong San Kiong di Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, kembali menghidupkan tradisi tahunan yang sudah menjadi bagian kearifan lokal masyarakat, yaitu Sembahyang Rebutan atau dikenal juga sebagai ritual King Ho Ping (Festival Cioko). Acara ini digelar setiap tahun pada tanggal 15 bulan ke-7 penanggalan Imlek atau yang dikenal sebagai Jiet Gwee Cap pada Selasa (8/9/2026)

Tradisi ini bukan sekadar upacara keagamaan, melainkan sarana mendoakan arwah para leluhur serta jiwa-jiwa yang tidak memiliki keluarga, agar mereka tenang di alam baka atau alam leluhur dan terbebas dari segala penderitaan. Lebih dari itu, ritual ini juga menjadi simbol kepedulian sosial, berbagi rezeki, serta wujud belas kasih kepada seluruh masyarakat sekitar tanpa membedakan latar belakang.
Dalam rangkaian acara, umat Tri Dharma terlebih dahulu melaksanakan ritual doa bersama di dalam Klenteng Hong San Kiong dengan khidmat.

Setelah rangkaian doa selesai, berbagai sesaji yang telah didoakan — berupa makanan, buah-buahan, hingga paket sembako — kemudian dibagikan dan diperebutkan oleh warga yang hadir. Kegiatan ini selalu dinanti dan dipenuhi semangat kebersamaan, mencerminkan nilai gotong royong dan kerukunan antarwarga di tengah keberagaman,”Tradisi Sembahyang Rebutan King Ho Ping ini terus dijaga dan dilestarikan, bukan hanya sebagai warisan budaya, melainkan sebagai pengingat untuk selalu saling peduli, berbagi, dan hidup rukun berdampingan dalam keberagaman di Kabupaten Jombang.

Mudayana salah seorang warga tukangan yang ikut mengambil sesaji sembako itu menuturkan selalu datang saat sembayangan leluhur di klenteng Hong San Kiong kali ini ia mendapat beras Lima kilogram, Minyak, Gula dan Mie, senang saya sebagai warga yang tidak punya,,janda saya mas anak tiga, Alhamdulillah beras ini untuk saya masak sendiri, saya selalu datang kesini kalau pas ada sembayangan di klenteng, lumayan mas,”Ungkapnya

Sementara ketua Klenteng Hong San Kiong,Toni Harsono ,ia juga menjabat sebagai ketua yayasan dan pengurus yang aktif memimpin berbagai kegiatan serta perayaan di klenteng,, Menjelaskan sembayang rebutan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun, tujuan utamanya memberikan penghormatan kepada arwah-arwah para leluhur ,para pendahulu dan luluhur yang tidak terurus oleh keluarganya agar mendapat ketenangan dan bebas dari penderitaan,

Para umat melakukan doa dan ritual keagamaan secara khidmat terlebih dahulu di dalam klenteng Setelah itu membagikan berbagai sesajian berupa makanan,buah-buahan,
sembako, hingga parabot yang telah didoakan diperebutkan bersama-sama oleh warga sekitar sebagai simbul pembagian berkah,

Sembako yang disediakan oleh pengurus klenteng diantaranya beras 5 kilogram,mie , gula kecap dan minyak goreng, Sembako yang di bagikan merupakan sumbangan dari para donatur dan simpatisan,” Tutup Toni.

(Joko)


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *