Uncategorized

Pastor Pius Heljanan, MSC: Jadilah Pribadi yang Selalu Dicari dan Dirindukan Sesama

Share

faktaexpost.my.id | Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku | Minggu, 2 Agustus 2026 – Pastor Pius Heljanan, MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, mengajak umat Katolik menjadikan hidup sebagai sumber berkat bagi sesama.

Menurutnya, seorang pengikut Kristus dipanggil bukan sekadar menjalankan kehidupan beriman, tetapi menghadirkan kasih Allah melalui perkataan, sikap, dan tindakan yang membawa harapan bagi orang lain.

Pesan rohani tersebut disampaikan Pastor Pius Heljanan, MSC, dalam refleksi Injil Matius 14:13-21 yang mengisahkan Yesus memberi makan lima ribu orang melalui mukjizat penggandaan lima roti dan dua ikan.

Perikop itu, menurutnya, memperlihatkan bahwa kehadiran Yesus selalu dicari karena menjadi jawaban atas kebutuhan hidup manusia.

Yesus, Sumber Pengharapan
Pastor Pius menjelaskan bahwa setelah mendengar kabar wafatnya Yohanes Pembaptis, Yesus memilih menyingkir ke tempat yang sunyi. Namun, orang banyak tetap mencari dan mengikuti-Nya karena mereka percaya kepada kasih dan kuasa-Nya.

Di tempat itulah Yesus menunjukkan belas kasih-Nya. Mereka yang sakit disembuhkan, sementara orang-orang yang lapar dikenyangkan melalui mukjizat penggandaan roti dan ikan. Peristiwa itu menjadi tanda bahwa Yesus hadir sebagai sumber pengharapan dan jawaban atas pergumulan hidup manusia.

“Orang banyak mendengarkan-Nya dan mengikuti Dia,” ungkap Pastor Pius mengawali refleksinya.

Menjadi Pribadi yang Dirindukan
Pastor Pius menegaskan bahwa setiap orang yang percaya kepada Kristus dipanggil untuk meneladani kehidupan Yesus. Iman tidak berhenti pada doa dan ibadah, tetapi harus diwujudkan dalam karakter yang mencerminkan kasih, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya, seseorang akan dikenang dan dirindukan bukan karena jabatan, kekayaan, ataupun popularitas, melainkan karena kehadirannya mampu menghadirkan damai, sukacita, dan penghiburan bagi orang lain.

“Kita dipanggil dan dibentuk Yesus melalui firman untuk menjadi orang baik. Bila kita percaya dan setia pada Yesus, hadirkan dirimu sebagai orang baik, dalam kata, perilaku, dan perbuatan yang mencerminkan kehadiran Yesus,” ujar Pastor Pius.

Kehadiran yang Membawa Berkat
Lebih lanjut, Pastor Pius mengajak umat menjadikan hidup sebagai saluran kasih Tuhan di tengah keluarga, lingkungan kerja, maupun kehidupan bermasyarakat. Ia menekankan bahwa kualitas hidup seorang murid Kristus tercermin dari manfaat yang dirasakan orang lain melalui kehadirannya.

Menurutnya, ketika seseorang hidup sesuai kehendak Allah, ia akan menjadi pribadi yang dicari dan dirindukan karena mampu membawa semangat, penghiburan, dan harapan bagi sesama.

“Banyak orang akan mencari dan merindukanmu bila hidup sesuai kehendak Yesus. Orang merindukanmu karena kehadiranmu membawa berkat,” tutup Pastor Pius.

Refleksi tersebut menjadi ajakan bagi umat untuk terus memperbarui kualitas hidup rohani melalui iman yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Dengan demikian, setiap pribadi dapat menjadi saksi kasih Kristus yang menghadirkan damai, kepedulian, dan sukacita bagi sesama di mana pun berada. (Editor: johanis kopong)
(Sumber: Refleksi Pastor Pius Heljanan, MSC)


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *