Mengandalkan Tuhan, Kunci Meraih Kebahagiaan Sejati Menurut Pastor Pius Heljanan
Pesan Moral Pastor Pius Heljanan: Kebahagiaan Hakiki Terletak pada Cara Hidup dan Berserah kepada Tuhan
TANIMBAR | faktaexpost.my.id – Minggu, 1 November 2026. Kebahagiaan sejati kerap kali dimaknai secara keliru oleh kebanyakan orang dalam kehidupan sehari-hari. Tak jarang, banyak orang beranggapan bahwa kebahagiaan hanya bisa ditemukan melalui pencapaian materi, kekuasaan, maupun status sosial semata.
Mengubah Cara Pandang Kebahagiaan
Menanggapi fenomena tersebut, Pastor Umat Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Pastor Pius Heljanan, MSC, menyampaikan pesan mendalam mengenai makna kebahagiaan yang hakiki bagi setiap umat beriman.
Beliau mengingatkan bahwa segala hal yang bersifat duniawi pada akhirnya akan usai, sehingga penting bagi manusia untuk memfokuskan diri pada cara hidup yang benar di hadapan Tuhan.
”Bersukacita dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga. Saudaraku, Yesus mengajarkan, kebahagiaan kekal milik orang yang setia berpaut pada-Nya. Kebahagiaan tidak terletak pada apa yang kita miliki, tapi pada cara hidup yang dijalani,” ujar Pastor Pius Heljanan, MSC, Minggu (1/11/2026).
Beliau menambahkan bahwa harta, kekuasaan, jabatan, hingga popularitas tidak menjamin kebahagiaan yang abadi.
”Terkadang kita berpikir, kebahagiaan ditemukan dalam hal memiliki: harta yang berlimpah, kekuasaan yang diperjuangkan, gelar atau jabatan yang disandang, koneksi dengan orang-orang penting, popularitas, dan lain-lain. Semua itu akan berakhir pada saatnya. Yesus ajarkan, kebahagiaan sejati adalah tinggal bersama Tuhan dan ketika kita berserah dan mengandalkan-Nya dalam hidup,” tambahnya.
Teladan dari Para Kudus
Lebih lanjut, Pastor Pius mengaitkan pesan spiritual ini dengan bacaan Injil Matius 5:1-12a. Beliau mengajak umat untuk meneladani sikap hidup para kudus yang senantiasa mengutamakan kesetiaan iman dan pelayanan yang tulus.
”Para Santo/Santa, Beato/Beata, dan keluarga kita sewaktu di dunia hidupnya baik, mereka disebut Kudus dan berbahagia karena mereka setia beriman dan tulus melayani. Mereka mengandalkan Tuhan dalam cara hidup mereka,” tuturnya.
Melalui pesan ini, umat diajak untuk terus memperkuat iman dan senantiasa berserah diri kepada Tuhan dalam menjalani setiap langkah kehidupan.
(Editor: joko)
(Sumber: Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku)
