BANK BRI PENYALUR KUR TERBESAR, FOKUS PEMBERDAYAAN UMKM
Komitmen Nyata Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan
www.faktaexpost.com | Makassar – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mempertegas komitmennya dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Tidak hanya mempertahankan posisinya sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Indonesia, BRI juga menghadirkan layanan perbankan yang terintegrasi melalui transaksi keuangan, pendampingan usaha, edukasi kewirausahaan, hingga penyediaan akses pembiayaan yang berkelanjutan. (Kamis, 9 Juli 2026)
Komitmen tersebut tidak hanya dirasakan masyarakat secara nasional, tetapi juga menjangkau wilayah kerja Regional Office BRI Makassar yang meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku. Melalui berbagai program pemberdayaan, BRI terus mendorong pelaku UMKM agar mampu berkembang, meningkatkan kapasitas usaha, dan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
KUR Menjadi Instrumen Penguatan UMKM
Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Makassar, D. Argo Prabowo, menegaskan bahwa penyaluran Kredit Usaha Rakyat merupakan salah satu bentuk nyata dukungan BRI terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan sektor usaha produktif.
“Salah satu bentuk komitmen BRI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yakni dengan tetap mendorong penciptaan lapangan pekerjaan khususnya pada segmen UMKM melalui penyaluran kredit yang berkualitas,” ujar D. Argo Prabowo.
Sejak program KUR diluncurkan pemerintah pada 2007, BRI secara konsisten menjadi bank penyalur terbesar di Indonesia. Hingga Januari–Mei 2026, realisasi penyaluran KUR BRI telah mencapai Rp84,36 triliun atau 46,87 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar Rp180 triliun.
Dari total pembiayaan tersebut, sekitar 67,18 persen disalurkan ke sektor produktif. Sektor pertanian menjadi penerima pembiayaan terbesar dengan nilai mencapai Rp35,91 triliun, yang semakin mempertegas peran BRI dalam mendukung program prioritas pemerintah sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Memberdayakan, Bukan Sekadar Membiayai
Bagi BRI, keberhasilan UMKM tidak hanya diukur dari besarnya pembiayaan yang disalurkan. Lebih dari itu, pemberdayaan menjadi bagian penting agar pelaku usaha memiliki kemampuan mengelola bisnis secara sehat dan berkelanjutan.
“Melalui pemberdayaan UMKM, BRI mengambil peran dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkeadilan,” kata D. Argo Prabowo.
Menurutnya, BRI telah menyiapkan berbagai strategi agar pelaku UMKM memiliki kapasitas yang memadai sehingga layak memperoleh pembiayaan dari sektor perbankan.
“Bank BRI secara umum telah memiliki strategi dalam memberdayakan UMKM sehingga layak dilirik oleh perbankan dan mendapatkan pembiayaan. Beberapa di antaranya adalah melalui edukasi kepada pelaku UMKM sehingga dapat sejajar dengan bank sebagai mitra,” jelasnya.
Program pemberdayaan tersebut mencakup penguatan semangat kewirausahaan, peningkatan kemampuan administrasi dan manajerial, perluasan akses terhadap informasi, pasar, teknologi, sumber pendanaan, penguatan keberlanjutan usaha, hingga penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam tata kelola usaha.

Menjangkau Pelaku Usaha Ultra Mikro
Sebagai bagian dari strategi memperluas inklusi keuangan, BRI juga memperkuat penetrasi pada segmen usaha ultra mikro (UMi), yakni kelompok usaha yang selama ini relatif belum memperoleh akses terhadap layanan keuangan formal.
Melalui pembentukan Holding Ultra Mikro (UMi) bersama Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM), BRI membangun ekosistem layanan keuangan yang saling terintegrasi.
“BRI telah melakukan beberapa aksi nyata, di antaranya pembentukan Holding Ultra Mikro (UMi). BRI bersama Pegadaian dan PNM telah menyediakan layanan keuangan yang terintegrasi dan memastikan nasabah ultra mikro dapat naik kelas dalam satu ekosistem utuh dengan konsep empower, integrate, dan upgrade,” ujar D. Argo Prabowo.
Melalui ekosistem tersebut, pelaku usaha ultra mikro tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan yang memungkinkan mereka berkembang menjadi pelaku usaha yang lebih mandiri dan kompetitif.
Memperluas Jangkauan Layanan Perbankan
Selain memperkuat pembiayaan dan pemberdayaan, BRI terus memperluas jaringan layanan agar masyarakat semakin mudah mengakses berbagai produk dan layanan perbankan.
Di wilayah Regional Office Makassar, BRI kini didukung lebih dari 433 unit kerja yang terdiri atas 37 Kantor Cabang, 27 Kantor Cabang Pembantu, 348 BRI Unit, 18 Kantor Kas, serta tiga Teras BRI yang tersebar di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.
Jaringan tersebut diperkuat oleh 59.441 Agen BRILink, layanan ATM, CRM, Electronic Data Capture (EDC), Merchant QRIS, serta berbagai kanal e-channel yang memungkinkan masyarakat melakukan transaksi keuangan secara cepat, aman, dan mudah hingga ke pelosok daerah.
Mendorong UMKM Menjadi Pilar Pertumbuhan
Dengan konsistensi dalam penyaluran KUR, penguatan kapasitas pelaku usaha, perluasan layanan digital, serta pembangunan ekosistem usaha ultra mikro, BRI menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun ekonomi kerakyatan.
Melalui berbagai langkah tersebut, BRI tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga mendorong UMKM agar mampu naik kelas, meningkatkan daya saing, membuka lapangan kerja, dan menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.(rls:augi/jk)
