RD Ponsianus Ongirwalu Memanjatkan Doa Syukur dan Harapan Bagi Para Insan Farmasi di Tanimbar
Ketelitian dan Belas Kasih Pengabdian Apoteker Tanimbar dalam Naungan Doa RD Ponsianus Ongirwalu
Saumlaki | https://faktaexpost.my.id – Rabu, 30 September 2026. Suasana khidmat dan penuh keheningan menaungi Pendopo Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Di tengah deretan para tenaga kefarmasian dan apoteker yang hadir dengan raut wajah penuh dedikasi, terdengar untaian kata-kata sejuk yang menggetarkan hati. Hari itu, dalam rangka memperingati Hari Farmasi Sedunia ke-17 yang diselenggarakan oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Kabupaten Kepulauan Tanimbar, sebuah doa dipanjatkan untuk meneguhkan kembali hakekat pengabdian kemanusiaan di bidang kesehatan.
Di hadapan para insan farmasi dan tamu undangan, Pastor Vikaris Episkopal Kabupaten Kepulauan Tanimbar, RD Ponsianus Ongirwalu, memimpin doa dengan penuh kehangatan dan ketulusan. Ungkapan syukur meluncur lembut, mengapresiasi setiap helai nafas dan kesempatan berkarya yang masih dipercayakan Sang Pencipta bagi para pelayanan kesehatan di pelosok negeri ini.
Menguji Nurani dalam Pelayanan Obat Bermutu
Acara yang dirangkai dengan Seminar Sehari tersebut mengusung tema penting mengenai penguatan kompetensi tenaga kefarmasian dalam pengelolaan obat yang bermutu, khususnya untuk mendukung kesehatan ibu, anak, serta penanganan penyakit degeneratif. Tema ini tidak sekadar menjadi wacana akademis, melainkan sebuah panggilan nurani bagi para apoteker dalam menjalankan tugas mulia sehari-hari.
Dalam keheningan doa yang dipandunya, RD Ponsianus Ongirwalu memohonkan kelimpahan kebijaksanaan serta ketelitian bagi para tenaga kefarmasian agar setiap obat yang diracik dan diserahkan kepada masyarakat benar-benar menjadi sarana kesembuhan yang aman dan bermutu.
“Karuniakanlah kebijaksanaan dan ketelitian dalam setiap tugas pelayanan pengelolaan obat, agar obat yang sampai kepada masyarakat senantiasa bermutu, aman, dan menjadi sarana kesembuhan,” tutur RD Ponsianus Ongirwalu dengan nada penuh ketulusan.
Beliau juga menyelipkan harapan mendalam agar semangat pelayanan insan farmasi sentiasa dilandasi oleh rasa kasih dan kesabaran, terutama saat berhadapan dengan kaum ibu, anak-anak, serta para penderita penyakit degeneratif yang membutuhkan perhatian ekstra.
“Tanamkanlah rasa belas kasih dan cinta kasih Kristus dalam hati para apoteker dan tenaga kesehatan… Berikanlah mereka kesabaran dan kesetiaan untuk menjadi perpanjangan tangan-Mu yang menyembuhkan,” lanjutnya dalam untaian permohonan tersebut.
Menjadi Saluran Berkat bagi Masyarakat Tanimbar
Memasuki bagian akhir doa, RD Ponsianus Ongirwalu juga memohonkan perlindungan, kesehatan, serta semangat persaudaraan yang teguh bagi seluruh jajaran panitia, narasumber, dan peserta yang hadir di Gedung Pendopo. Diharapkan melalui momentum seminar ini, ilmu serta pemikiran yang dibagikan dapat semakin memperteguh integritas profesionalisme dan dedikasi para apoteker dalam mengabdi.
Suasana doa ditutup secara khusyuk dengan pengucapan Doa Bapa Kami secara bersama-sama oleh seluruh peserta, disusul dengan tanda salib dan berkat penutup yang menyejukkan jiwa. Momentum sederhana namun sarat makna ini menjadi pengingat bahwa di balik resep dan racikan obat, ada ketulusan hati serta dedikasi tanpa tepi dari para tenaga kefarmasian untuk kesehatan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Editor: johanis kopong
(Sumber: RD Ponsianus Ongirwalu (Vikaris Episkopal Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan juga sebagai Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan kabupaten Kepulauan Tanimbar))
