Uncategorized

Pesan Reflektif Pastor Pius Heljanan, MSC: Jangan Menunda Berbuat Baik dan Mengamalkan Kasih

Share

​Pastor Pius Heljanan, MSC Ingatkan Umat Pentingnya Kesiapsiagaan Iman dan Tanggung Jawab Hidup

​LAURAN, FAKTAEXPOST.MY.ID – Rabu, 21 Oktober 2026. Pastor Pius Heljanan, MSC, selaku Pastor Umat di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, memberikan permenungan spiritual yang mendalam bagi seluruh umat beriman agar senantiasa menjaga kesiapsiagaan iman serta tidak menunda untuk berbuat kebaikan.

​Panggilan untuk Kesiapsiagaan Iman

​Dalam permenungannya, Pastor Pius menekankan pentingnya hidup yang selalu bersiap sedia dalam menyambut panggilan Tuhan. Beliau mengibaratkan kedatangan Tuhan yang tidak dapat diprediksi sebagaimana seorang pencuri yang datang tanpa memberitahukan waktunya. Oleh karena itu, setiap insan dipanggil untuk mengelola dan memelihara seluruh anugerah yang telah dipercayakan oleh Sang Pencipta dengan penuh rasa tanggung jawab.

​Mengelola Anugerah Tuhan secara Bertanggung Jawab

​Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa setiap manusia kelak harus mempertanggungjawabkan segalanya di hadapan Tuhan, mulai dari iman, waktu, harta, talenta, keluarga, hingga jabatan yang diemban. Setiap kesempatan yang diberikan dalam hidup merupakan rahmat yang patut dipergunakan sebaik-baiknya untuk menebarkan kasih dan tindakan nyata di tengah masyarakat.

​Menjauhi Sikap Menunda Kebaikan

​Pastor Pius juga menyoroti kecenderungan manusia yang kerap menunda-nunda kesempatan berahmat untuk berbuat baik. Beliau mengingatkan agar tindakan kasih, pertobatan, dan pelayanan tidak ditunda hingga memasuki usia tua, datangnya musibah, atau saat keadaan mendesak saja, melainkan harus dihidupi setiap hari selagi kesempatan masih ada.

​”Anak manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan. Saudaraku, Yesus mengingatkan kita untuk selalu siap sedia. Pencuri datang untuk mencuri harta dunia tanpa memberitahu waktunya. Tuhan datang untuk meminta pertanggungjawaban atas semua anugerah-Nya, ibarat pencuri mendatangi rumah kita. Kita bertanggung jawab atas: iman, waktu, harta, talenta, keluarga, jabatan, dan lain-lain. Banyak orang menunda atau menyia-nyiakan kesempatan berahmat yang Tuhan sediakan untuk melakukan tindakan kasih: bertobat bila sudah tua atau sakit-sakitan, melayani bila sudah tua atau pensiun, memberi bila sudah berkelimpahan, berdoa bila sudah kena musibah, pantang bila sudah sakit, meminta maaf bila mood baik. Mari hidup benar dan berbuat baik sebelum Tuhan mendatangi kita.” Pastor Pius Heljanan, MSC (Refleksi Injil Lukas 12:39-48)

​Mengakhiri permenungannya, Pastor Pius mengajak seluruh masyarakat dan umat beriman untuk senantiasa meniti jalan kebenaran serta terus menabur kebaikan, tanpa harus menunggu waktu yang dianggap ideal, demi menghidupi nilai-nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari.

​(Editor: joko)

(Sumber: Renungan Pastor Pius Heljanan, MSC / Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran)


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *