Pastor Pius Heljanan MSC Ingatkan Umat di Lauran Jauhi Sikap “Gila Hormat” dan Selalu Rendah Hati
Renungan Injil Lukas: Pastor Kuasi Paroki Lauran Ajak Umat Menjadi Pribadi yang Rendah Hati, Bukan Haus Validasi
FAKTAEXPOST.MY.ID, TANIMBAR — Umat Katolik di ajak untuk senantiasa meneladani ajaran Yesus Kristus mengenai pentingnya menjaga kerendahan hati dalam kehidupan sehari-hari, serta menjauhi sikap kesombongan dan haus akan penghormatan sesama.
Pesan mendalam tersebut disampaikan oleh Pastor Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Pastor Pius Heljanan, MSC, dalam rekam renungan rohaninya yang didasarkan pada perikop Injil Lukas (Luk. 14:1, 7-11).
Meneladani Sikap Yesus dan Bahaya Kesombongan
Pastor Pius mengisahkan kembali momen ketika Yesus diundang makan di rumah salah seorang pemimpin orang-orang Farisi. Pada kesempatan tersebut, Beliau mengamati bagaimana para tamu berusaha memilih tempat-tempat duduk terhormat. Dari peristiwa ini, Yesus memberikan pengajaran yang sangat penting mengenai nilai kerendahan hati.
”Barangsiapa meninggikan diri, akan direndahkan; dan barangsiapa merendahkan diri, akan ditinggikan,” ungkap Pastor Pius mengutip sabda Yesus.
Beliau juga secara khusus mengingatkan agar para murid Kristus senantiasa waspada terhadap dorongan untuk mencari kedudukan dan sanjungan diri yang berlebihan di tengah masyarakat.
”Jangan jadi pribadi yang haus penghormatan dan kedudukan. Murid Yesus harus hati-hati agar tidak terjangkit penyakit ‘gila hormat’: merasa diri paling benar, paling baik, paling terhormat, paling berjasa, paling penting, hingga paling cantik atau tampan,” tegasnya.
Kerendahan Hati Membawa Ketenangan Hidup
Lebih lanjut, Pastor Pius menjelaskan bahwa orang yang dihinggapi rasa sombong dan kerap mencari validasi dari sesamanya cenderung hidup dalam ketidaktenangan. Rasa takut tersaingi dan kekhawatiran tidak dihormati akan terus membayangi kehidupan orang yang memelihara kesombongan.
Oleh karena itu, Beliau mengajak seluruh umat di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, maupun masyarakat luas untuk senantiasa menanamkan sifat rendah hati baik di hadapan Tuhan maupun sesama manusia.
”Orang gila hormat itu sombong, suka mencari validasi dari sesama. Orang sombong selalu hidup dalam kecemasan, takut tersaingi, takut tidak dihormati. Jadilah pribadi rendah hati di hadapan Tuhan dan sesama. Hidupmu akan tenang dan bahagia,” tutup Pastor Pius Heljanan, MSC.
(Editor: joko)
(Sumber: Pastor Pius Heljanan, MSC – Pastor Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku)
