Uncategorized

Gembala GBI Milos Saumlaki Ajak Jemaat Wujudkan Keadilan dan Kebenaran dalam Kehidupan Sehari-hari

Share

​Oleh: Johanis Kopong

Ibadah Minggu GBI Milos Saumlaki, Jemaat Diajak Menghidupi Keadilan dan Kebenaran

​SAUMLAKI | https://faktaexpost.my.id — Minggu, 1 November 2026 — Jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) Miracle of the Lord (Milos) Saumlaki mengikuti ibadah raya Minggu yang berlangsung di gedung gereja, Jalan Ir. Soekarno, Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Ibadah berlangsung dalam suasana penuh sukacita, diawali dengan pujian dan penyembahan yang dipandu oleh Pelayan Tuhan, Mery Batmomolin/Sarsarulu, bersama tim singer dan pemusik yang mengiringi dengan keyboard, drum, dan gitar.

​Pujian dan Penyembahan Mengawali Ibadah

​Rangkaian pujian dan penyembahan mengajak jemaat mempersiapkan hati untuk beribadah serta membangun kerinduan untuk semakin dekat dengan Tuhan. Jemaat diajak menghampiri hadirat Tuhan dengan rasa syukur dan mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan penuh kesungguhan.

​Khotbah disampaikan oleh Gembala Jemaat GBI Milos Saumlaki, Pdt. Heberth S. Wahilaitwan, S.Th., dengan mengangkat firman Tuhan dari Kitab Amos 5:18–27. Pesan utama khotbah menekankan pentingnya keselarasan antara ibadah, pertobatan, keadilan, dan kebenaran dalam kehidupan orang percaya.

0-0x0-0-0-{}-0-0#

​Ibadah Bukan Sekadar Rutinitas

​Dalam penyampaiannya, Pdt. Heberth mengingatkan bahwa kehadiran seseorang dalam ibadah, aktivitas pelayanan, maupun keterlibatan dalam pujian dan penyembahan tidak dengan sendirinya menjamin bahwa kehidupan rohaninya telah berkenan kepada Tuhan.

​Melalui Amos 5:18–27, jemaat diajak memahami teguran Tuhan kepada bangsa Israel yang tetap menjalankan kegiatan keagamaan, tetapi tidak menunjukkan keadilan dan kebenaran dalam kehidupan sehari-hari.

​Ia menjelaskan bahwa Tuhan tidak hanya melihat apa yang tampak dari luar, tetapi juga memperhatikan ketulusan hati serta sikap hidup umat-Nya. Karena itu, ibadah seharusnya membawa perubahan nyata dalam perilaku, perkataan, dan tindakan terhadap sesama.

​“Sudah bertobat, sudah dibaptis, sudah menjadi anak-anak Tuhan. Itu tidak menjamin hati kita benar di hadapan Tuhan,” demikian penegasan yang disampaikan dalam khotbah tersebut.

​Pesan ini menjadi pengingat agar setiap orang percaya tidak berhenti pada pengakuan iman atau kegiatan keagamaan semata, melainkan terus membangun kehidupan yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

0-0x0-0-0-{}-0-0#

​Keadilan dan Kebenaran Harus Mengalir

​Mengacu pada Amos 5:24, Pdt. Heberth menekankan bahwa keadilan dan kebenaran harus diwujudkan secara nyata, bukan hanya menjadi bagian dari khotbah atau kegiatan di dalam gereja.

​Firman Tuhan dalam ayat tersebut menyatakan, “Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.”

​Menurut pesan yang disampaikan, nilai keadilan dan kebenaran harus dibawa ke dalam keluarga, lingkungan kerja, kehidupan bermasyarakat, serta berbagai bentuk pelayanan. Orang percaya dipanggil untuk bersikap jujur, berlaku adil, dan melakukan kebaikan tanpa membeda-bedakan orang.

​Ia juga mengingatkan bahwa kebaikan tidak seharusnya dilakukan demi memperoleh pujian atau pengakuan dari orang lain. Sebaliknya, setiap tindakan kasih hendaknya lahir dari ketulusan hati dan kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan pertolongan.

​“Kebaikan, kejujuran, keadilan, kebenaran itu harus kita lakukan tanpa pandang bulu, tanpa melihat waktu,” demikian pesan yang ditekankan dalam khotbah.

​Bertumbuh dalam Iman dan Ketekunan

​Selain menekankan keadilan dan kebenaran, Pdt. Heberth mengajak jemaat untuk terus bertumbuh secara rohani dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan kehidupan.

​Ia menggambarkan perjalanan iman sebagai proses yang membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan kesediaan untuk terus belajar memahami firman Tuhan. Dalam perjalanan tersebut, orang percaya tidak selalu menghadapi keadaan yang mudah, tetapi tetap dipanggil untuk bertahan dan melakukan apa yang benar.

​Pesan ini juga menegaskan bahwa kedewasaan rohani tidak hanya diukur dari lamanya seseorang menjadi orang Kristen, melainkan dari kesediaannya untuk terus memperbaiki diri dan menerapkan firman Tuhan dalam kehidupan nyata.

​Melalui ilustrasi rajawali yang mampu terbang tinggi menghadapi terpaan angin, jemaat diajak memiliki keteguhan iman, ketajaman dalam membedakan yang benar dan salah, serta kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

0-0x0-0-0-{}-0-0#

​Rangkaian Ibadah dan Perjamuan Kudus

​Setelah penyampaian firman Tuhan, ibadah dilanjutkan dengan rangkaian pelayanan, termasuk perjamuan kudus dan persembahan. Seluruh jemaat mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari ibadah dan ungkapan syukur kepada Tuhan.

​Pada bagian akhir ibadah, Worship Leader mewakili jemaat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pdt. Heberth S. Wahilaitwan atas pelayanan firman Tuhan yang telah disampaikan.

​“Atas nama jemaat, kami mengucapkan terima kasih kepada hamba Tuhan yang telah memberkati kami dengan kebenaran firman Tuhan,” ujarnya.

​Gembala Jemaat bersama staf pelayan juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada jemaat yang baru pertama kali hadir serta mengundang mereka untuk kembali mengikuti ibadah pada kesempatan berikutnya. Sementara itu, informasi mengenai jadwal ibadah kelompok sel atau komsel disampaikan melalui grup WhatsApp masing-masing komsel.

​Ibadah kemudian ditutup dengan doa dan berkat oleh Gembala Jemaat GBI Milos Saumlaki, Pdt. Heberth S. Wahilaitwan, S.Th. Jemaat selanjutnya saling berjabat tangan dan meninggalkan tempat ibadah dengan sukacita.

​Melalui ibadah Minggu ini, jemaat diingatkan kembali bahwa iman yang bertumbuh perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui ketulusan, kejujuran, kepedulian, keadilan, dan kebenaran. Dengan demikian, kehidupan orang percaya diharapkan dapat menjadi kesaksian yang membawa kebaikan bagi keluarga, gereja, dan masyarakat.

​(Editor: Joko)

​(Sumber: Dokumentasi dan informasi ibadah GBI Milos Saumlaki)


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *