DUGAAN SKANDAL ASET DESA WRINGIN ANOM: KUD TERLANTAR DIDUGA DIKUASAI PRIBADI, SEWA TANAH KAS DESA TAK JELAS, ANGGARAN KETAHANAN PANGAN 2023 MENGUAP
FAKTA EXPOST NEWS
Rubrik: Investigasi Desa
Tanggal Terbit: 12 Maret 2026
Penulis: Ahmad Sohib
Probolinggo – 12/03/2026
Aroma dugaan penyimpangan pengelolaan aset dan anggaran desa kembali mencuat dari Desa Wringin Anom, Kecamatan Tongas. Sejumlah warga mulai berani membuka suara setelah berbagai kejanggalan terkait aset desa dan anggaran publik dinilai tidak transparan dan seolah ditutup rapat oleh pemerintah desa.
Sorotan tajam pertama mengarah pada bangunan KUD (Koperasi Unit Desa) yang menurut keterangan warga sempat lama terbengkalai. Namun secara mengejutkan, aset yang seharusnya menjadi milik dan fasilitas ekonomi masyarakat desa itu kini diduga dikelola secara pribadi oleh Kepala Desa Saiful Rizal.
Yang menjadi persoalan serius, hingga saat ini tidak ada penjelasan resmi kepada masyarakat mengenai status pengelolaan KUD tersebut, termasuk apakah hasil pengelolaannya masuk sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes) atau tidak.
Seorang warga yang ditemui wartawan menyampaikan bahwa masyarakat hanya bisa melihat aktivitas di lokasi, namun tidak pernah mengetahui alur pengelolaan maupun pemasukan dari aset tersebut.
“Dulu tempat itu terbengkalai lama. Sekarang katanya dikelola oleh kepala desa. Tapi sampai sekarang kami tidak pernah tahu itu untuk desa atau untuk siapa. Tidak ada keterbukaan sama sekali,” ungkap warga dengan nada kesal.
Tak berhenti di situ, investigasi juga mengarah pada tanah kas desa yang menurut informasi warga telah disewakan kepada pihak tertentu oleh Kepala Desa Saiful Rizal.
Ironisnya, masyarakat mengaku tidak pernah mengetahui secara jelas siapa penyewanya, berapa nilai sewanya, dan apakah hasilnya benar-benar masuk ke kas desa.
Padahal secara aturan, tanah kas desa merupakan aset publik yang wajib dikelola secara terbuka dan hasilnya harus tercatat sebagai pendapatan desa yang dapat digunakan untuk pembangunan maupun kesejahteraan warga.
“Kalau memang disewakan, harusnya jelas. Berapa sewanya, masuk ke kas desa atau tidak. Ini yang kami tidak pernah tahu,” ujar salah satu warga lainnya.
Situasi ini menimbulkan dugaan kuat adanya pengelolaan aset desa yang tidak transparan, bahkan berpotensi melanggar prinsip tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan akuntabel.
Kecurigaan publik semakin menguat setelah warga juga menyoroti anggaran ketahanan pangan tahun 2023 yang disebut-sebut tidak tampak realisasinya hingga sekarang.
Program ketahanan pangan seharusnya menjadi prioritas desa untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat. Namun menurut pengakuan warga, hingga kini tidak ada kegiatan nyata yang dirasakan atau terlihat di lapangan.
“Kami dengar ada anggaran ketahanan pangan tahun 2023. Tapi sampai sekarang tidak jelas programnya apa. Warga tidak merasakan,” kata warga.
Jika dugaan tersebut benar, maka persoalan ini bukan sekadar masalah administratif, tetapi bisa mengarah pada indikasi penyalahgunaan anggaran desa yang bersumber dari uang rakyat.
Sejumlah tokoh masyarakat mendesak agar inspektorat kabupaten, dinas terkait, hingga aparat penegak hukum segera melakukan audit dan investigasi menyeluruh terhadap pengelolaan aset dan anggaran di Desa Wringin Anom.
Transparansi dinilai menjadi kunci agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa tidak terus tergerus oleh berbagai dugaan yang berkembang.
“Kalau semuanya bersih, ya dibuka saja datanya. Tapi kalau terus tertutup seperti ini, wajar masyarakat curiga,” tegas salah satu tokoh warga.
Hingga berita ini diterbitkan, wartawan FAKTA EXPOST NEWS masih terus berupaya menghubungi Kepala Desa Wringin Anom Saiful Rizal guna memperoleh klarifikasi dan penjelasan resmi terkait:
Status pengelolaan KUD Desa Wringin Anom
Penyewaan tanah kas desa
Realisasi anggaran ketahanan pangan tahun 2023
Namun hingga saat ini yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Redaksi menegaskan bahwa laporan ini merupakan bagian dari kerja jurnalistik investigatif demi memastikan pengelolaan uang dan aset publik berjalan secara transparan.
FAKTA EXPOST NEWS akan terus menelusuri kasus ini hingga terang benderang.
(BERSAMBUNG)
FAKTA EXPOST NEWS – Tajam, Kritis, dan Independen
