Tim SAR Gabungan Evakuasi Seluruh Korban Laka Laut di Wermaktian
www.faktaexpost.com | Saumlaki – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan yang terdiri atas Basarnas Saumlaki, Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Kepulauan Tanimbar, dan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku berhasil menuntaskan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan laut di perairan Kecamatan Wermaktian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Dalam operasi yang berlangsung selama dua hari itu, sebanyak 13 korban berhasil diselamatkan, sementara satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Operasi SAR dilaksanakan sejak Rabu (8/7/2026) hingga Kamis (9/7/2026) sebagai respons atas insiden kecelakaan laut yang terjadi di wilayah perairan Kecamatan Wermaktian.
Korban yang meninggal dunia diketahui bernama Thomas Kadun (54). Jenazah korban ditemukan di kawasan Boyawan, Pulau Selu, Kecamatan Wermaktian, oleh warga bersama keluarga yang sejak awal turut membantu proses pencarian.
Setelah menerima informasi penemuan tersebut, Tim SAR gabungan segera bergerak menuju lokasi menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Basarnas. Setibanya di lokasi, personel gabungan langsung mengevakuasi jenazah korban sebelum dibawa menuju rumah duka di Pulau Seira melalui jalur laut.
Proses evakuasi dilakukan oleh personel Basarnas Saumlaki, Satpolair Polres Kepulauan Tanimbar, Ditpolairud Polda Maluku, bersama keluarga korban.
Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Ayani, S.P., S.I.K., M.H., melalui Kasat Polair Ipda Simon Nusmese, S.H., mengatakan keberhasilan operasi tersebut tidak terlepas dari sinergi seluruh unsur yang terlibat, termasuk masyarakat dan keluarga korban yang aktif membantu pencarian di lapangan.
“Sejak menerima laporan, kami langsung bergerak cepat menyisir area perairan. Berkat kerja sama yang solid antara Basarnas, Polairud, serta bantuan yang sangat besar dari pihak keluarga dan warga Selu, seluruh korban berhasil kami evakuasi,” ujar Ipda Simon Nusmese.
Atas musibah tersebut, Kasat Polair turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia.
Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan dan penyedia jasa transportasi laut, agar meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu.
Menurutnya, setiap pelayaran harus diawali dengan pemeriksaan kelaikan kapal, memantau informasi prakiraan cuaca, serta memastikan seluruh alat keselamatan, termasuk pelampung, tersedia dan dalam kondisi layak digunakan.
Dengan berhasil dievakuasinya seluruh korban, baik yang selamat maupun yang meninggal dunia, operasi SAR gabungan di perairan Kecamatan Wermaktian secara resmi dinyatakan selesai.
Seluruh personel dari unsur Basarnas, Polri, dan instansi terkait selanjutnya kembali ke satuan masing-masing setelah menyelesaikan seluruh rangkaian operasi kemanusiaan tersebut.(rls:ws/jk)
