Edukasi SAR, Sat Polair KKT Latih Pramuka Keselamatan Laut
https://faktaexpost.my.id | Saumlaki, Kamis, 13 Agustus 2026 – Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar melalui Satuan Kepolisian Perairan (Sat Polair) memperkuat edukasi keselamatan laut bagi generasi muda melalui pembekalan Search and Rescue (SAR) serta simulasi pertolongan terhadap korban tenggelam kepada peserta Pramuka.
Kegiatan yang dipimpin langsung Kasatpolairud Polres Kepulauan Tanimbar, Ipda SIMON NUSMESE, S.H., tersebut berlangsung di SMAK St. Paulus Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kamis (13/8/2026) pagi.
Kegiatan edukasi tersebut melibatkan personel Sat Polair Polres Kepulauan Tanimbar dan diarahkan untuk memberikan pengetahuan dasar sekaligus membangun kesiapsiagaan anggota Pramuka ketika menghadapi kondisi darurat di wilayah perairan.
Bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang secara geografis dikelilingi laut, pemahaman mengenai keselamatan di perairan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda.

Kasatpolairud menjelaskan, kemampuan dasar dalam menyelamatkan diri maupun memberikan pertolongan kepada orang lain perlu dipahami sejak dini. Namun, pertolongan terhadap korban juga harus dilakukan dengan memperhatikan keselamatan penolong.
“Kami ingin adik-adik Pramuka tidak hanya aktif di darat, tetapi juga memiliki kepekaan dan kemampuan dasar penyelematan di laut. Simulasi ini memberikan gambaran nyata bagaimana bertindak cepat, tepat, dan aman saat menolong korban tenggelam tanpa membahayakan diri sendiri,” ujar Kasat.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan materi mengenai pengenalan sejumlah peralatan keselamatan standar yang digunakan dalam kondisi darurat di perairan.
Personel Sat Polair memperkenalkan fungsi dan penggunaan life jacket serta ring buoy sebagai bagian dari perlengkapan keselamatan dasar yang penting diketahui ketika melakukan aktivitas di sekitar perairan.
Setelah memperoleh pembekalan teori, para peserta kemudian mengikuti simulasi evakuasi dan pertolongan pertama terhadap korban tenggelam.

Lingkungan sekolah digunakan sebagai area simulasi untuk menggambarkan situasi darurat yang membutuhkan respons cepat dan tepat.
Melalui metode praktik tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai langkah-langkah yang perlu diperhatikan ketika menghadapi keadaan darurat.
Ipda Simon Nusmese mengatakan kegiatan edukasi SAR laut tersebut juga menjadi bagian dari program pembinaan kemitraan antara Polri dan masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.
Menurutnya, pengetahuan keselamatan yang diperoleh para peserta diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan pergaulan masing-masing.
“Kami berharap pengetahuan yang didapat tidak berhenti di sini. Adik-adik Pramuka ini diharapkan mampu menyebarluaskan edukasi keselamatan laut, minimal dengan mengingatkan rekan-rekannya untuk selalu menggunakan pelampung atau berhati-hati saat beraktivitas di pantai,” tambahnya.
Para anggota Pramuka juga didorong untuk menjadi agen keselamatan atau safety agent di lingkungan keluarga maupun kelompok sebaya.
Peran tersebut dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memahami penggunaan perlengkapan keselamatan, tidak mengabaikan kondisi cuaca dan gelombang, serta mengingatkan orang lain untuk berhati-hati ketika beraktivitas di kawasan pantai maupun perairan.
Edukasi keselamatan dinilai penting karena kemampuan mengenali risiko dapat menjadi langkah awal dalam mencegah terjadinya kecelakaan di laut sekaligus mengurangi potensi korban ketika keadaan darurat terjadi.
Pihak SMAK St. Paulus Saumlaki menyambut positif kegiatan edukasi yang dilaksanakan Sat Polair Polres Kepulauan Tanimbar tersebut. Kegiatan berlangsung dalam suasana aman dan tertib, dengan para peserta mengikuti seluruh rangkaian materi dan simulasi yang diberikan oleh personel kepolisian perairan.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama serta komitmen untuk meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan, baik dalam aktivitas di darat maupun ketika berada di wilayah perairan.
Bagi masyarakat Tanimbar yang memiliki keterikatan kuat dengan laut, edukasi keselamatan seperti ini bukan sekadar kegiatan pelatihan, melainkan bagian dari upaya membangun budaya sadar keselamatan sejak usia sekolah. (Editor: joko) (Sumber: Humas Polres Kepulauan Tanimbar)
