Jadilah Murid Yesus yang Berintegritas dalam Melayani
https://faktaexpost.my.id | Saumlaki, Sabtu, 22 Agustus 2026 – Pastor Pius Heljanan, Missionarii Sacratissimi Cordis, mengajak umat untuk menjadi murid Yesus yang memiliki integritas dalam kehidupan dan pelayanan, dengan menyelaraskan perkataan, perbuatan, serta sikap hidup berdasarkan Firman Tuhan.
Ajakan tersebut disampaikan Pastor Pius Heljanan, Missionarii Sacratissimi Cordis, selaku Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, dalam refleksinya berdasarkan Injil Matius 23:1-12.
Dalam refleksi tersebut, Pastor Pius menyoroti teguran Yesus terhadap ahli Taurat dan orang Farisi yang mengajarkan sesuatu kepada orang lain, tetapi tidak melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. “Mereka mengajarkan, tetapi tidak melakukan.”
Menurut Pastor Pius, pesan tersebut menjadi panggilan bagi setiap murid Yesus untuk membangun kehidupan yang berintegritas. Integritas tidak hanya ditunjukkan melalui perkataan, tetapi terutama melalui konsistensi antara apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan.
“Saudaraku, Yesus mencela cara hidup ahli Taurat dan Farisi; apa yang diajarkan tidak sesuai dengan perbuatan,” demikian pesan reflektif Pastor Pius.
Kerendahan Hati dalam Pelayanan
Pastor Pius mengajak para murid Yesus untuk menghidupi integritas melalui kerendahan hati, kejujuran, kedisiplinan, konsistensi antara kata dan perbuatan, serta kesediaan untuk saling melayani dengan tulus. “Kita dipanggil untuk menyelaraskan cara hidup sesuai dengan Firman Tuhan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pelayanan kepada sesama hendaknya dilakukan dengan ketulusan dan tidak didorong oleh keinginan memperoleh pujian, penghormatan, maupun pengakuan dari orang lain.
Dalam melakukan tindakan kasih, umat diajak untuk menghindari sikap sombong, mencari pujian, dan mengejar penghormatan. Sebaliknya, setiap orang dipanggil untuk memandang sesama sebagai saudara yang layak menerima pelayanan tanpa membedakan latar belakang maupun kedudukannya.
Jabatan sebagai Sarana Melayani
Lebih lanjut, Pastor Pius memberikan penekanan khusus mengenai penggunaan kekuasaan dan jabatan. Menurutnya, kekuasaan dan jabatan semestinya menjadi sarana untuk melayani serta memberikan kesaksian tentang kebaikan Tuhan.
“Gunakan kekuasaan dan jabatan untuk melayani dan bersaksi tentang kebaikan Tuhan, bukan kesempatan untuk memperkaya diri dan keluarga, membalas dendam, menghakimi sesama,” tegasnya.
Pesan tersebut menempatkan integritas sebagai bagian penting dari kehidupan seorang murid Yesus, terutama ketika seseorang dipercaya memegang tanggung jawab, kewenangan, maupun jabatan.
Pastor Pius mengingatkan bahwa pelayanan yang benar tidak boleh dijadikan sarana untuk memenuhi kepentingan pribadi dan keluarga.
Sebaliknya, kewenangan yang dipercayakan hendaknya digunakan untuk menghadirkan kebaikan, keadilan, kasih, serta pelayanan bagi sesama.
Refleksi tersebut sekaligus mengajak umat untuk melakukan evaluasi terhadap kehidupan masing-masing, agar iman tidak berhenti pada perkataan dan pengajaran, tetapi nyata dalam tindakan sehari-hari.
Pesan Pastor Pius berakar pada Injil Matius 23:1-12, yang mengingatkan para pengikut Kristus mengenai pentingnya kerendahan hati dan ketulusan dalam menjalankan kehidupan serta pelayanan.
Editor: johanis kopong
(Sumber: Refleksi Pastor Pius Heljanan, MSC)
