Wamen Ossy: Perlindungan Lahan Pertanian Jadi Kunci Swasembada Pangan
www.faktaexpost.com | Jakarta – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, menegaskan bahwa perlindungan lahan pertanian merupakan fondasi utama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global dan tantangan alih fungsi lahan yang terus terjadi.
Pernyataan tersebut disampaikan Ossy saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXIX Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Kamis (2/7/2026).
Mengusung tema “Membangun Kedaulatan Pangan Nasional melalui Tata Kelola, Inovasi Teknologi Pertanian dan Human Capital dalam Rangka Menghadapi Dinamika Geopolitik Global”, seminar tersebut menjadi forum strategis untuk membahas langkah-langkah memperkuat ketahanan pangan Indonesia melalui sinergi kebijakan lintas sektor.

Dalam paparannya, Ossy menjelaskan kondisi eksisting lahan sawah nasional sekaligus berbagai strategi yang tengah ditempuh pemerintah untuk menjaga keberlanjutan kawasan pertanian produktif.
Salah satu langkah utama yang dilakukan Kementerian ATR/BPN adalah mempercepat penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebagai instrumen perlindungan lahan dari ancaman alih fungsi.
“Pemerintah terus berupaya menjaga keberadaan lahan sawah produktif melalui perlindungan kawasan pertanian yang berkelanjutan sebagai bagian dari strategi besar mewujudkan kedaulatan pangan nasional,” ujar Ossy.
Kementerian ATR/BPN menargetkan 8,7 juta hektare lahan dapat ditetapkan sebagai LP2B. Kebijakan tersebut dinilai menjadi instrumen penting untuk memastikan keberlangsungan produksi pangan nasional sekaligus memberikan kepastian hukum terhadap kawasan pertanian yang harus dipertahankan.

Selain aspek perlindungan lahan, pemerintah juga mendorong tata kelola pertanahan yang lebih baik, pemanfaatan inovasi teknologi pertanian, serta penguatan kualitas sumber daya manusia sebagai pilar utama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Menurut Ossy, ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga membutuhkan kepastian ketersediaan lahan pertanian yang terlindungi secara berkelanjutan.
Seminar yang diikuti peserta P4N Lemhannas RI tersebut menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan kebijakan yang mampu memperkuat ketahanan nasional melalui sektor pangan.
Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah berharap target swasembada pangan dapat dicapai secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya tahan Indonesia menghadapi berbagai tantangan geopolitik dan perubahan global di masa depan.(rls:kan tah Tanimbar/jk)
