Uncategorized

Pastor Pius Heljanan MSC: Berikan Diri dan Waktu Terbaikmu untuk Tuhan

Share

https://faktaexpost.my.id | Saumlaki, Senin, 17 Agustus 2026 – Di tengah kesibukan mengejar kehidupan duniawi, manusia kerap tanpa sadar kehilangan kedekatan dengan Tuhan. Pesan tersebut disampaikan Pastor Pius Heljanan, MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, melalui refleksi rohaninya yang mengajak umat memberikan diri dan waktu terbaik bagi Tuhan.

Mengacu pada Injil Matius 22:1-14 tentang perumpamaan perjamuan kawin, Pastor Pius mengingatkan bahwa keselamatan terbuka bagi semua orang. Namun, keterbukaan tersebut sekaligus menuntut tanggapan serius dari setiap manusia terhadap undangan Tuhan.

“Undanglah setiap org yg kalian jumpai ke pesta nikah ini,” demikian pesan yang menjadi bagian dari refleksi Pastor Pius.
“Saudaraku, keselamatan terbuka utk semua org. Tuhan menuntut tanggapan serius dari manusia atas undanganNya,” katanya dalam refleksi tersebut.

Pastor Pius menilai kehidupan modern menghadirkan berbagai kesibukan yang dapat membuat manusia secara perlahan menjauh dari kehidupan rohani. Kesibukan tersebut antara lain berkaitan dengan urusan pribadi, bisnis, media sosial, hingga karier.

“Saat ini banyak org sibuk dgn dirinya, bisnis, media sosial, karier, dll, sehingga secara perlahan kehilangan kedekatan dgn Tuhan,” ujarnya.

Ia mengingatkan, jauhnya hubungan manusia dengan Tuhan dapat berpengaruh terhadap cara seseorang menjalani kehidupan. Kelelahan dalam menghadapi berbagai persoalan, kekeringan rohani, hingga hilangnya arah hidup dapat muncul ketika manusia tidak lagi memiliki ruang yang cukup untuk membangun relasi dengan Tuhan.

“Tanpa disadari kita mudah lelah dlm mejalani hidup, mengalami kekeringan rohani, hidup tanpa tujuan jls,” lanjutnya.

Dalam refleksinya, Pastor Pius juga mengajak umat mengubah cara pandang terhadap ibadat atau misa. Menurutnya, kehadiran umat dalam ibadat tidak semestinya hanya dipahami sebagai pemenuhan kewajiban keagamaan.

“Yesus menghendaki kita membuka hati menerima undanganNya utk duduk bersamaNya dlm perjamuan kasih yg disiapkanNya,” tutur Pastor Pius.

Karena itu, kehadiran dalam ibadat atau misa perlu lahir dari kerinduan dan panggilan hati untuk berjumpa dengan Tuhan, bukan semata-mata karena kewajiban.

“Sadarilah kita hadiri ibadat/misa bukan sekedar kewajiban tpi panggilan hati utk bertemu dan mengalami kasih Tuhan,” tegasnya.

Pesan tersebut pada akhirnya mengarah pada ajakan untuk menempatkan Tuhan sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Waktu yang diberikan kepada Tuhan bukan sekadar sisa dari kesibukan manusia, melainkan waktu yang dipersembahkan dengan kesadaran dan ketulusan.

“Berikan waktu terbaikmu utk hadir dihadirat kasih Tuhan,” pesan Pastor Pius.

Ia menegaskan bahwa ketika manusia membuka hati dan menyediakan waktu untuk hadir dalam kasih Tuhan, kehidupan akan menemukan kembali sukacita dan damai yang bersumber dari-Nya.

“Sukacita dan damai milikmu,” pungkasnya.
Refleksi tersebut menjadi pengingat bagi umat agar kesibukan dalam pekerjaan, bisnis, karier, teknologi, dan berbagai aktivitas kehidupan tidak menggeser hubungan pribadi dengan Tuhan.

Undangan kasih Tuhan terbuka bagi semua, tetapi setiap manusia dipanggil untuk memberikan tanggapan melalui kehidupan iman yang nyata. Editor: johanis kopong)
(Sumber: Refleksi Pastor Pius Heljanan, MSC)


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *